Ruang Tamu

Posted On Sabtu, Agustus 4th, 2007

Comments Dropped 35 responses

Di sini kita dapat saling urun rembug berbagi suka dan berbagi rasa,

tinggalkan komentar  yg indah, manis, kecut, ataupun yang pahit sekalipun. Terima kasih sebelumnya

Leave a response and help improve reader response. All your responses matter, so say whatever you want. But please refrain from spamming and shameless plugs, as well as excessive use of vulgar language.

35 Responses to “ Ruang Tamu ”

  1. pawartalamat
  2. tes

    ini mencoba aja untuk berkomentar

  3. delta

    (SELAMAT) Perkumpulan Warga Transmigran Laras Asri Mukti Tama. paguyuban semoga tetap terjaga dan lestari. karena salah satu bentuk budaya yang bisa menjalin rasa persaudaraan dan persatuan, tidak salahnya kalau ini juga bisa terlibat masyarakat tempatan. agar bisa saling bahu membahu dalam kata gotong royong dalam berbangsa dan berbudaya. ini akan memacu semangat warga transmigrasi yang rindu akan kampung halamannya. dan juga bisa berkolaborasi dalam mencari nilai-nilai budaya baru. jika ini bisa dilakukan, maka Perkumpulan Warga Transmigran ini bisa tumbuh dan berkembang menjadi besar dan berkwalitas budaya nasional dan bisa diterima oleh warga daerah lain.jika ini bisa dilakukan, maka akan terciptalah keharmonisan antar budaya walau dengan se-sederhana mungkin. saya sangatlah optimis jika ini bisa berjalan sesuai dan sejalan dengan bhineika tunggal ika. salam lestari semoga Perkumpulan Warga Transmigran bisa jaya. Salam dari Palangkaraya.

    @delta:Kapan pak Delta ke Bartim lagi? tolong dipersiapkan sebuah konsep sejenis koperasi yang bisa berjalan efektif, mengingat letak warga cukup berjauhan. Selain itu pengetahuan perkoperasian juga sangat minim, bahkan NOL besar.

  4. Dadut

    . memang benar budaya itu sangat lekat dan susah di hilangkan apa lagi kerinduan akan kampung halaman sangat kental jika warga sudah tinggal beberapa tahun di perantauan, mungkin saja manjadi warga kal-teng umumnya, khususnya warga bartim. ini kita akui bahwa budaya sangatlah identik dengan keturunan. ini bisa berkembang dan berlaku di daerah jika sajian nya sangat menarik dan bisa diterima di kalangan warga bartim khususnya. sedangkan masyarakat yang berbudaya juga juga punya ciri-ciri tertentu. misalakan dengan wayang. jika punya nilai yang beda dari budaya lokal dan sangat baik dalam sajian kenapa tidak di akui kelebihannya. untuk melihat kelebihannya ini dibutuhkan perkumpulan entah apa namanya. yang jelas tujuannya untuk meningkatkan tali persaudaraan antara jawa dan kalimantan.soal budaya tradisi sangatlah susah jika tidak mau saling memberi dan menerima. jika bisa kalau ada cara yang merupakan untuk memperkenalkan masing-masing budaya. maka disini dituntut ktranpilan atau kebolehan dan skil sumberdaya manusianya. untuk memainkan dari berbagai kesenian budaya. jika tidak ada tempat pelatihan ini sangatlah susah untuk mencari bibit-bibit yang berpotensi untuk kedepannya.AMAN adalah (aliansi masyarakat adat nusantara) yang didalamnya tergabung dari berbagai propinsi se-indonesia. salah satunya adalah di propinsi kal-teng kami mengucapkan selamat untuk perkumpulan peguyugban barito timur (aman_kaltengp@yahoo.com)

    @dadut:terima kasih komentarnya. tolong dipantau dan diluruskan kalau ada yang tidak pas

  5. anton

    Pawarta Lamat, maju terus, Coy. Setelah saya mencoba untuk mengetahui dan mengerti apa itu Pawarta Lamat, boleh dibilang ini merupakan suatu terobosan baru dalam hal konsep persatuan dan kesatuan. Kenapa? Barito Timur, suatu Kabupaten hasil pemekaran dalam kerangka NKRI, tentunya masih dalam tahapan awal untuk memulai dalam segala hal. Selama ini banyak sudah organisasi yang eksis dan selalu mengatasnamakan demi kebenaran, demi kebaikan, demi persatuan, dll…. dll… Pawarta Lamat kelihatan mempunyai konsep yang agak lain dan membuat berbagai komponen merasa berada di dalam suatu atmosfer yang bikin “mak nyoss”. Gitu lho. Oke, SELAMAT.

    @pak Anton : sebenarnya bukannya kami memiliki konsep yang agak lain, tetapi konsep kami sederhana dan tidak berlebihan. Ya barangkali karena kesederhanaan ini banyak pihak yang memperebutkan dan mempermasalahkan, hingga menyalahkan. Misalnya, organisasi tingkat kabupaten kok :
    sekretariatnya di desa, bukan di kabupaten
    ketuanya gak mempunyai gelar kesarjanaan
    ketuanya grogi bicara di depan umum
    dll

  6. Mas Ngabehi

    Hai Pawarta, Selamat ber-’wayangan ria’ ya. Harus lebih dewasa ya…!!! Ojo nesu lho. Kumaha deui atuh, ari kahoyongna kitu mah ti ‘anu gaduh kahoyong’. Sing sabar nya…!?

    @denbei :dari sini kita bisa melihat ada kebhinekaan dalam pawarta. pawarta memang bukan perkumpulan orang pinter, tapi justru sebaliknya kami berkumpul supaya pinter, salah adalah adalah sebuah proses karena kami memang belum mengerti bagaimana sebuah perkumpulan yang disebut baik dan bisa diterima semua pihak. Pada saatnya nanti kami pasti bisa lebih baik karena kesediaan kami mau belajar, mau menerima masukan, kritik, saran, cercaan bahkan makian.

  7. Upik

    Selamat…Salut untuk Pawarta Lamat semoga Organisasi ini kedepan benar-benar bisa mawadahi segala aspirasi untuk bersama membangun Kabupaten Bartim dan berjalan sesuai harapan AD/ART organisasi.Salam…

    @Upik :Salam balik, gimana kabar Palangka Raya? Terima kasih dukungannya. Namun sekali lagi Pawarta Lamat bukan kumpulan orang-orang TOP, tapi sebaliknya justru Pawarta Lamat, (organisasi ini) dipimpin oleh teman-teman dari warga transmigran yang notabene hanya tahu pisau sadap, cangkul, arit dan sejenisnya. Untuk itu teman-teman di Palangka dan juga di daerah lain sangat kami butuhkan bantuan dan dorongannya. Sedangkan saya hanya bisa memberi semangat agar mereka bisa jadi subyek, bukan obyek

  8. Upik

    Kabar Palangka Raya baik,apapun latarbelakangnya seseorang tidak bisa di ukur dari status sosial, sarjana pun belum tentu bisa menjalankan organisasi tetapi kawan2 Pawarta Lamat ada keinginan,kemauan berorganisasi untuk bersama itu HEBAT dan saya salut. Selamat…

  9. den mbei

    Hehehe… emang bener, ya. Lha wong negeri ini pun pernah dipimpin oleh beberapa orang Presiden yang notabenenya bukan ‘Sarjono’ tapi koq kenyataannya kita merasa enjoy aza. Ya, kada…?! Tapi begitu Pawarta Lamat… weleh, weleh, weleh… hebohnya mendunia ya…?! (kayak sepak bola aza). Kantor pusat organisasi berada di pelosok? No problem…! Lha, yang penting kan mereka bisa menjalankan roda organisasinya (referensinya jelas ada, salah satunya PP Muhammadiyah, selain di Jakarta di Ngayogyokarto pun ada). Mboten nopo mboten… ? Apa nggak lebih heboh tuh, seandainya pusat organisasi berada di pusat pemerintahan tapi organisasinya cuma sekedar nampang ‘nama’ doank. Wis yo. Matur nuwun. Salam.

  10. den mbei

    Eh ngomong-ngomong, kalo nggak salah nih, Mas Upik kan sekarang lagi di London sana, ya? Wah, sempat-sempatnya nengokin Pawarta Lamat di Bartim. Maaf ya, waktu married di Palangka Raya dulu nggak ada yang ngabarin, jadi nggak hadir. Selamat ya. Salam untuk Nyonya-nya yang wong Inggris sono. Jangan lama-lama di sono, entar jadi lupa dengan durian & sambal terasi…!

  11. wahez

    Hallo, lam kenal bro…! Selamat n sukses ya for ‘Pawarta Lamat’.

    @WAHEZ, ini mbak atau mas ya… salam kenal balik. sering-sering berkunjung kesini

  12. wahez

    Ya mbak lah, masa mbak iya donk. Gender nich. Berdasarkan upacara pemberian nama dengan bubur gunting, bubur sumsum, bubur merah putih, bubur kacang ijo, bubur ayam, dll., etc.

    @wAHEZ: kalo gicu ya met kenal aza, dimana posisi sampean? say kok bingung. di Sunda.apa dimna

  13. denmbei

    Saya lagi longak-longok di Ruang Tamu nih. Bawa ‘oleh-oleh’. Tapi koq tuan rumah pada nggak ada, ya.

  14. Wahez

    Hallo tuan rumah, koq ngumpet ya. Nih ada oleh-oleh tradisional, sesuai deh untuk Pawarta Lamat. Mau nggak?

  15. pawartalamat

    mana, oleh-oleh apa sih kepasaran

  16. denmbei

    Mbak Wahez, tuan rumahnya lagi pada kemana ya?

  17. denmbei

    Saya tadi ketemu dengan para petinggi GATRAN di Palangka. Mereka titip oleh-oleh untuk PAWARTA LAMAT BARTIM sekalian salam sekeranjang, dengan iringan doa serta harapan, moga aza Pawarta cepet gedhe n lekas ndhang dewoso…!

  18. pawartalamat

    Wuih, syukur Alhamdulillah ternyata pawarta lamat telah dikenal di tingkat Provinsi, wah berarti. keberadaan Pawarta lamat telah diakui provinsi. Gak nyangka nih gaung Pawarta sampe ke provinsi. Kalu boleh tahu apa oleh-elh nya?

  19. Mas Karebet

    Assalamu’alaikum. Met Ri Raya, bro. Kapan lha yauw, Pawarta Lamat ngadain Open House kaya Babe-Babe Pejabat, ya…?! Kutunggu jawabanmu…

  20. budisan68

    He..he… pawartalamat pada dasarnya housenya open terus, gak perlu nunggu hari raya. Mangga, monggo

  21. suyoto

    SELAMAT ATAS TERBENTUKNYA PAWARTALAMAT SEMOGA SUKSES, DAPAT DIKENAL WARGA DI KABUPATEN BARTIM KHUSUSNYA, PALANGKARAYA PADA UMUMNYA, AGAR SUPAYA KAUM TRANSMIGRAN/PENDATANG TAMBAH SEMANGAT

  22. Den mbei

    Hallo PAWARTA LAMAT. Sebagai suatu organisasi yang sedang b

  23. mas karebet

    Hallo PAWARTA LAMAT. Sebagai suatu organisasi yang sedang b

  24. JOhni SOnder

    Selamat….
    Kiranya kita tetap berdampingan dan saling melengkapi untuk BARTIM yang JAYA dan SEJAHTERA…

  25. JOhni SOnder

    Topik hangat PILKADA BARTIM 2013 dapat share di JSonder_kalteng@yahoo.com
    Terima kasih…..

  26. Budi

    setuju pak Joni..yuk kita bawa bartim untuk sejajar dengan kabupaten lain yang telah maju

  27. Ahmad zaini

    Aswrb. Nimbrung yah? Aku lg kangen sama yg di turan amis, iseng2 klik google, alhamdulillah muncul d pawartalamat, rinduku sdkt terobati. Semoga pawartalamat sukses selalu mengemban amanah menuju kehidupan yg lebih baik, maju dan mendapat ridho Allah Swt. Amin

  28. dian sugiana

    Abdi tos dua taun ye di palangka raya, upami perkumpulan urang sunda aya di mana nya? hatur nuhun ah.

  29. Kabayan

    Pa Dian, saleresna Pawarta Lamat oge di lebetna aya roh Madangkara-na oge kumargi rangkuman urang-urang transmigrasi (ti Jawa, Sunda, Banjar, Dayak, Sulawesi, NTT, sareng sanesna) anu aya di Kab. Barito Timur, namung upami di Palangka Raya mah kirang terang. Salam nya…

  30. Mas Karebet

    Ass. Pak Ahmad Zaini, salam balik juga dari kawan2 yg ada di Turan Ami

  31. Den mbei

    Hallo pak Budi, koq suueeppiii ya…?! Pada kemana nih? Kemarin di Sibung, katanya Ketum, mungkin akan ada pertemuan dalam waktu dekat ini. Kira-kira sekalian halal bil halal kalo, ya?! Semoga…

  32. Anonymous

    upami aya tempat kumpul urang sunda di palangka punten bejaan abdi. no hp abdi. 087817771752

  33. dian

    kang kabayan ari akang ayeuna linggih di mana?

  34. budies

    minal aidin wal faidzin semua ajah

  35. Agus Purwoko

    Sobat…..!
    Aku datang dengan sejuta harap
    Menanti setetes embun pagi
    tuk singkirkan keringnya hati
    tuk tautkan harap
    sambungan uluran tangan
    sembari teriakkan gempitanya torehan tinta

    Sobat…..!
    Kusambangi dikau
    dengan untaian kata tak bermakna
    ukirkan indahnya rumah megahmu
    semoga kamu teringat slalu
    tuk jenguk rentanya gubukku
    sekedar torehkan tinta emasmu
    dihalaman BULENTIN tak bermaknaku
    agar jadi penyejuk hatiku!

    Sobat…..!
    Salam knal buatmu slalu
    ku tunggu kunjungmu di http://guspur.wordpress.com/
    agar harapku tak lagi layu.

Respond now.