WAYANG BANJAR
22 Februari 2009
Disimpan dalam kegiatan
Tag: ampah, dalang, dalang berprestasi, lang-lang, ronde, seni banjar, wayang banjar

Wayang Banjar yang sebagian orang menganggap sebagai kesenian kuno ternyata masih diminati warga Ampah khususnya warga yang tinggal di sekitar wilayah Pasar Ampah. Hal ini dapat dilihat dari tempat duduk yang disediakan oleh panitia dipenuhi oleh para undangan dan penonton. Bahkan beberapa diantara penonton kelihatan jongkok di sekitar tempat pertunjukan hingga lewat larut malam.
Pawartalamat ketika menghubungi Ir. Anton Kusdarmanto,(calon Bupati Bartim 2013-red) salah seorang panitia mengatakan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka syukuran atas terlaksananya pilkada 2008 yang berlangsung aman, tertib dan lancar sekaligus terpilihnya kembali Drs. H. Zain Alkim sebagai bupati periode 2008-20013. Bupati Barito Timur juga tampak hadir pada acara tersebut yang tempat pelaksanaannya di Jalan R. Susilo gang Keramat Ampah Kota.
Selain dihadiri unsur muspika, tokoh-tokoh masyarakat dan warga sekitar, pergelaran wayang banjar ini juga disaksikan oleh sejumlah warga Jawa. Wayang Banjar dan Wayang Jawa mempunyai sejarah yang saling berkaitan, demikian tutur Ali Dimejo salah seorang warga Jawa yang kebetulan ikut menyaksikan acara sampai selesai. Ali Dimejo adalah seorang warga transmigrasi di Desa Batuah kecamatan Raren Batuah. Tempat tinggalnya berjarak sekitar 10km dari tempat pertunjukan, namun dia bersama teman-teman serombongan kelihatan antusias mengikuti setiap dialog dan kiprah sang dalang dalam memainkan wayang.
Ternyata yang menjadi kekuatan daya tarik pada pergelaran wayang ini adalah ketenaran dalang yang membawakannya. Pergelaran Wayang Banjar ini dimainkan oleh dalang Ronde dari Banjarmasin. Seorang dalang senoir dan kharismatik yang usianya sudah mencapai 80-an tahun namun masih pawai dalam memainkan wayang. Fisiknya masih terjaga dengan baik, hal ini tampak dari suara sang dalang tetap stabil hingga dini hari.
Lakon yang diangkat pada pergelaran kali ini adalah tentang Lang-lang Jaya yang berhasil menumpas kakacauan yang terjadi di negeri khayangan menggunakan senjata khusus (cupung Manikam). Bethara Kala dan seluruh bala tentaranya berhasil ditumpas oleh Lang-lang Jaya berkat kepatuhannya kepada orang tua dan gurunya. Akhirnya khyayangan menjadi aman tentram seperti yang diharapkan panitia bahwa pilkada ini menghasilkan pemimpin yang membawa kemajuan, aman dan tenteram selama-lamanya. Barito Timur menuju Gumi Jari Janang Kalalawah.
.

dalang DONDE yang sudah 80-an tahun umurnya. gareng dan semar pakai rambut

para penabuh gamelan

dari belakang layar

mejeng bersama dalang JOKO SUNARNO dari Boyolali

