WAYANG KULIT SEMALAM SUNTUK

Posted On 11 Januari 2008

Disimpan dalam kegiatan

Comments Dropped leave a response

Bagi sebagian besar warga pendatang yang berasal dari Pulau Jawa, pertunjukan wayang kulit semalam suntuk adalah sebuah obat kerinduan akan kampung halaman yang sekarang telah ditinggalkan. Di Barito Timur terdapat 6 eks Unit Pemukiman Trans (Malintut, Batuah, Sibung, Lagan, Luau Jauk, Sumberejo) dan 1 UPT Wuran yang telah bergabung dengan Pawarta Lamat. Selain dari itu masih ada beberapa komunitas/perkampungan yang banyak warga pendatangnya seperti Kampung Baru, Netampin, Ponsong Teleng dan Ampah Kota serta Bentot yang rencananya juga akan bergabung dengan Pawarta Lamat.

Bukan hal yang mustahil jika di Bartim di gelar wayang orang akan di banjiri penonton, mengingat banyaknya warga Bartim yang berasal dari Jawa. Walaupun berasal dari Jawa kami sangat berharap dapat diterima sebagai warga yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk secara bersama-sama memajukan pembangunan di Barito Timur khususnya Indonesia pada umumnya, tetap dalam kerangka NKRI. Asal adalah kebetulan tetapi NKRI adalah harga pasti, di manapun bumi di pijak di situ langit dijunjung.

Pertunjukan wayang bukan hal yang eksklusiv, tetapi hanya sarana hiburan dan “NGURI-URI” kebudayaan, sekaligus menjaga kepunahan budaya. Terima kasih kepada Bapak Bupati Barito Timur, yang telah banyak membantu warga trans dan mendukung acara deklarari .

Kepada Bapak Gubernur, melalui Bapak Wagub Kalimantan tengah, Kami sangat berterima kasih seandainya di “TANGGAPKAN” wayang di kota Ampah

Respond now.