GANYANG MALAYSIA

Posted On 5 Desember 2007

Disimpan dalam urun rembug

Comments Dropped 2 responses

Fenomena ini muncul kembali ke permukaan akibat malaysia mengklaim reog ponorogo, musik angklung, masakan rendang padang, lagu rasa sanyange sebagai milik dan berasal dari malaisya, lalu kita marah lalu Ganyang Malaysia muncul kembali, rasa nasionalisme kita seakan terusik lantas bangkit. Sampe sebagian dari kita menyebut tetangga kita dengan sebutan MALINGSIA

Bukan penyelesaian, apalagi menjadikan budaya kita makin bermartabat di mata bangsanya sendiri.

Permasalahan yang terjadi pada bangsa Indonesia adalah  menurunnya rasa kebangsaan, rasa nasionalisme, rasa saling percaya terhadap sesama. Permasalahan ini timbul dari minimnya keteladanan. Orang-orang yang seharusnya memberi teladan malah melakukan kesalahan, melanggar hukum, bertindak asusila, menindas, membodohi rakyat, memutar balikkan hukum.

Misalnya :

Aparat keamanan mem”backing” kajahatan, Anggota DPR membuat video mesum, Koruptor merajalela, publik figur nyabu, guru tidak disiplin memanfaatkan waktu, tidak disiplin berlalu lintas, tidak disiplin membayar pajak,dan lain-lain.

Pawartalamat berusaha membangun nasionalisme melalui budaya, dan mencoba membangun keteladanan. Deklarasi berdirinya Pawartalamat merupakan teladan betapa persatuan, kekompakan adalah sebuah tontonan keindahan dan penuh harmoni.

Mari kita bangun rasa saling percaya kepada sesama dan saling memberi contoh dalam hal kebaikan serta saling mengingatkan jika ada hal-hal yang batil

2 Responses to “ GANYANG MALAYSIA ”

  1. pawartalamat

    Iya kang, bagus itu
    Masak malaysia dengan pongah menyebut kita dengan sebutan INDON, budak-budak perusuh.
    budaya kita telah kita abaikan, masyarakat telah dijadikan obyek bukan subyek. Para AMTENAR lebih suka belanja di luar negeri dari pada di pasar senggol, mobil mewah, perjalanan dinas, nanggap penyanyi luar, malah budaya sendiri di kucilkan.
    ya gak salah kalo ada tetangga yang kasihan dengan budaya kita
    Jangan-jangan gak lama lagi lagu “ITAK GUMER”, “AMPAR-AMPAR PISANG”, “SUWE ORA JAMU” akan ada tettangga yang klaim sebagai budaya mereka

  2. superbejo

    jangan mudah terpancing dengan tipu daya Malingsia yang konyol.Menurut hemat saya Malingsia memang sedang bikin trik agar warga Indonesia tidak lagi suka sama Malingsia. Dengan demikian tidak ada lagi TKI yang mau ke sana. Ini terbukti dengan tindakan resmi Malingsia terhadap larangan pentas Reog di sana. Masa secepat itu Malingsia tidak mengakui hasil jarahannya terhadap REOG?
    Ini cermin yang baik bagi warga trans atau pendatang seperti saya, agar bisa menempatkan diri sebagai warga pendatang dengan melakukan tindakan yang baik dengan motto ” Bekerjalah kamu seakan-akan kamu melihat Tuhan, jika kamu tidak melihat Tuhan.Tuhan pasti melihat kamu” artinya tidak ada pamrih bagi kita untuk melakukan sesuatu di bumi ini, kecuali karena Allah semata.

Respond now.