WAYANG BANJAR

bapak12

Wayang Banjar yang sebagian orang menganggap sebagai kesenian kuno ternyata masih diminati warga Ampah khususnya warga yang tinggal di sekitar wilayah Pasar Ampah. Hal ini dapat dilihat dari tempat duduk yang disediakan oleh panitia dipenuhi oleh para undangan dan penonton. Bahkan beberapa diantara penonton kelihatan jongkok di sekitar tempat pertunjukan hingga lewat larut malam.

Pawartalamat ketika menghubungi Ir. Anton Kusdarmanto,(calon Bupati Bartim 2013-red) salah seorang panitia mengatakan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka syukuran atas terlaksananya pilkada 2008 yang berlangsung aman, tertib dan lancar sekaligus terpilihnya kembali Drs. H. Zain Alkim sebagai bupati periode 2008-20013. Bupati Barito Timur juga tampak hadir pada acara tersebut yang tempat pelaksanaannya di Jalan R. Susilo gang Keramat Ampah Kota.

Selain dihadiri unsur muspika, tokoh-tokoh masyarakat dan warga sekitar, pergelaran wayang banjar ini juga disaksikan oleh sejumlah warga Jawa. Wayang Banjar dan Wayang Jawa mempunyai sejarah yang saling berkaitan, demikian tutur Ali Dimejo salah seorang warga Jawa yang kebetulan ikut menyaksikan acara sampai selesai. Ali Dimejo adalah seorang warga transmigrasi di Desa Batuah kecamatan Raren Batuah. Tempat tinggalnya berjarak sekitar 10km dari tempat pertunjukan, namun dia bersama teman-teman serombongan kelihatan antusias mengikuti setiap dialog dan kiprah sang dalang dalam memainkan wayang.

Ternyata yang menjadi kekuatan daya tarik pada pergelaran wayang ini adalah ketenaran dalang yang membawakannya. Pergelaran Wayang Banjar ini dimainkan oleh dalang Ronde dari Banjarmasin. Seorang dalang senoir dan kharismatik yang usianya sudah mencapai 80-an tahun namun masih pawai dalam memainkan wayang. Fisiknya masih terjaga dengan baik, hal ini tampak dari suara sang dalang tetap stabil hingga dini hari.

Lakon yang diangkat pada pergelaran kali ini adalah tentang Lang-lang Jaya yang berhasil menumpas kakacauan yang terjadi di negeri khayangan menggunakan senjata khusus (cupung Manikam). Bethara Kala dan seluruh bala tentaranya berhasil ditumpas oleh Lang-lang Jaya berkat kepatuhannya kepada orang tua dan gurunya. Akhirnya khyayangan menjadi aman tentram seperti yang diharapkan panitia bahwa pilkada ini menghasilkan pemimpin yang membawa kemajuan, aman dan tenteram selama-lamanya. Barito Timur menuju Gumi Jari Janang Kalalawah.

.

wayang-banjar1

dalang DONDE yang sudah 80-an tahun umurnya. gareng dan semar pakai rambut

wayang-banjar2

para penabuh gamelan

wayang-banjar3

dari belakang layar

dengan-dalang

mejeng bersama dalang JOKO SUNARNO dari Boyolali

PAWARTALAMAT

Pawartalamat yang berkedudukan Barito Timur kini memiliki alamat alternatif baru http://www.pawartalamat.co.nr/

Apakah karena pengurusnya didominasi orang-orang yang tidak bertitel, lantas perkumpulan ini tidak layak untuk dikembangkan?

Apakah karena sekretariatnya terletak di Desa yang jauh dari ibukota Tamiang Layang, lantas tidak layak untuk mengikuti festival budaya Kalimantan Tengah yang diselenggarakan di Pangkalanbun pada tanggal 24-28februari 2009?

MoU Pawartalamat dengan Radio Gema Duta Suara

Radio GDS 101,9 FM yang beralamatkan di Jalan R. Soesilo Ampah, baru-baru ini telah memperbesar daya pancarnya hingga diperkirakan seluruh penjuru Barito Timur dapat dengan jelas menangkap siarannya.

Dari surat, SMS maupun telepon yang masuk ke GDS, banyak yang menghendaki acara campursari, terutama dari warga transmigran. oleh karena itu Direktur GDS segera menghubungi pihak Pawartalamat untuk bersedia mengisi acara campursari, terutama mengharapkan perannya sebagai penyiar.

Acara campursari ini rencnanya akan dimulai setelah selesai bulan Ramadhan mengingat susunan acara untuk bulan puasa sudah terjadwal, demikian tutur Direktur GDS 101,9 FM. Pawartalamat tentu sangat  menyambut dengan baik tawaran dari GDS ini.

BUPATI BARTIM BERPAKAIAN ADAT JAWA

pada saat Pergelaran Wayang kulit dalam rangka HUT ke-6 Bartim tahun 200, Bupati Barito Timur Drs. H Zain Alkim mengenakan pakaian kebesaran adat Jawa

Tampak pada Gambar 1 Bupati didampingi Camat Dusun Tengah, Dandim 1012/Buntok, Ki Dalang JOKO SUNARNO dari Boyolali.

ketika memberi sambutan beliau kelihatan sangat memahami tokoh wayang yang akan diserahkan sebagai lakon. Bahkan beliau dapat memberikan deskripsi tentang PUNTADEWA secara benar.

Wayang dan gamelan perunggu milik kabupaten Barito Timur yang menjadi kebanggaan warga Jawa. terasa komplit ketika memiliki Bupati yang peduli dengan warga pendatang apalagi ketika beliau  berpakaian adat Jawa seluruh penonton serta merta bertepuk tangan mengelu-elukan “Bapak” kesayangannya.

Semoga Barito Timur menjadi Gumi Jari Janang Kalalawah di bawah pimpinan Drs. H. Zain Alkim

BARITO TIMUR MEMILIKI GAMELAN PERUNGGU

Pada saat deklarasi Pawarta Lamat, 10 November 2007 Bupati Barito Timur menjanjikan akan membeli seperangkat gamelan pelog-slendro berbahan perunggu serta lengkap dengan wayang kulitnya. Hal ini membuat warga pawarta sangat bergembira menyambutnya karena Pawarta Lamat Pemda Barito Timur segera memiliki gamelan yang berkualitas. Proposalpun segera diajukan sebagai wujud kesungguhan dari seluruh warga pendatang yang ada di Bartim. Pawartalamat sangat menyadari bahwa di Bartim banyaksekali paguyuban-paguyuban seni budaya. tentunya setelah gamelan itu datang dan menjadi milik warga pendatang semua dan juga dirawat untuk digunakan bersama-sama.

Dalam perkembangannya muncul desas-desus bahwa hanya warga pawarta yang dibelikan gamelan, ini akan bertendensi negatif karena seolah-olah kalau paguyuban lain yang ingin punya ya minta sendiri. Untung saja pada saat pergelaran wayang pada peringatan HUT ke-5 Bartim, 28 Gustus 2008 Ketua DPRD dalam sambutannya menegaskan bahwa gamelan ini bukan milik salah satu paguyuban, beiau sangat tidak setuju, persis seperti apa yang dikehendaki warga pawarta. Sambutan Ketua DPRD ini menyejukkan bagi pengurus Pawarta, karena pengurus pawarta tidak perlu bersusah payah memberikan informasi kepada seluruh paguyuban.

Pengurus pawarta sangat medukung jika gamelan BUKAN MILIK SALAH SATU PAGUYUBAN, termasuk milik paguyuban baru Jawa-pasundan yang akan dibentuk. gamelan ini seyogyanya diserahkan kepada PERKUMPULAN yang anggotanya terdiri-dari paguyuban-paguyuban yang ada di Bartim. Selanjutnya warga Bartim cukup melihat, perkumpulan mana yang telah, sedang dan akan mengakomodasi semua paguyuban. Kalau pawarta adalah satu-satunya perkumpulan yang telah di aktenotariskan, dideklarasikan dan diakui GATRAN PROVINSI, kenapa tidak. Wah ini tuntunya amanat yang berat dan harus dijaga oleh seluruh pengurus dan warga pawarta. Selamat Datang gamelan baru di Bartim, paling tidak gamelan ini sebagai tamsil perpedaan yang menghasilkan harmoni jika dijalankan dan dipimpin dengan benar.

HUT ke-6 Barito Timur

Perayaan HUT ke-6 Barito Timur sekaligus Perayaan HUT ke-63 Proklamasi Kemerdekaan RI dan Syukuran telah dilantiknya Drs. H ZAIN ALKIM – Ir. Yuren akan dilaksanakan di Ampah dengan Pergelaran wayang kulit semalam suntuk, dengan lakon “PENDAWA SYUKUR”.

Acara tersebut akan dilaksanakan tanggal 28 Agustus 2008 di halamankantor Agrobisnis desa Rodok. berkaitan dengan hal tersebut, telah dibentuk panitia kecil untuk melaksanakan acara dimaksud. Sebagai ketua panitia pergelaran wayang adalah ABADI ROHMAT, sekretaris BUDI SANTOSA, bendahara H. SUWARDI. Adapun seksi-seksi yang tergabung dalam kepanitiaan berasal dari berbagai wilayah, Sumber rejo, batuah, luaw jauk, lagan, ampah kota, turan amis, malintut, wuran tak ketinggalan juga dari  tamiang layang.

ki JOKO SUNARYO vs ki SUTARNO

Tangal 22 Juni Ketua Pawartalamat (Bpk Suyono) merayakan pesta perkawinan anakperempuannya, dengan hiburan wayang kulit sehari semalam. pada siang hari ki dalang SUTARNO dari Kaltim sedangkan pada malam hari ki dalang JOKO SUNARYO dari BOyolali. turut memeriahkan pagelaran wayangkulit sehari semalam adalah sinden TATIK GAMBRENG dari Tambrangan Kalimantan Selatan.

Ada tiga provinsi Kaltim, Kalsel dan Jateng bergabung jadi satu disebuah desa Kecil Batuah kecamatan Raren Batuah kabupaten Barito Timur, yang dulu merupakan pemekaran dari kecamatan Dusun Tengah. Tidak dapat digambarkan betapa meriahnya acara tersebut.

Masih ada secercah harapan bahwa warga transmigran tetap melestarikan budaya wayang kulit yang nyaris tidak disenangi para kawula muda. tergambar para sesepuh dengan semangatnya menyaksikan pergelaran wayang kulit.

Beberapa saat lagi warga transmigran juga akan dijanjikan dibelikan seperangkat gamelan pelog dan slendro oleh bupati terpilih drs. h ZAIN ALKIM sekaligus akan di meriahkan pergelaran wayang kulit juga.

Bapak ZAIN… kami menunggu, jangan lupa

WAYANG KULIT SEMALAM SUNTUK

Posted On 11 Januari 2008

Disimpan dalam kegiatan

Comments Dropped leave a response

Bagi sebagian besar warga pendatang yang berasal dari Pulau Jawa, pertunjukan wayang kulit semalam suntuk adalah sebuah obat kerinduan akan kampung halaman yang sekarang telah ditinggalkan. Di Barito Timur terdapat 6 eks Unit Pemukiman Trans (Malintut, Batuah, Sibung, Lagan, Luau Jauk, Sumberejo) dan 1 UPT Wuran yang telah bergabung dengan Pawarta Lamat. Selain dari itu masih ada beberapa komunitas/perkampungan yang banyak warga pendatangnya seperti Kampung Baru, Netampin, Ponsong Teleng dan Ampah Kota serta Bentot yang rencananya juga akan bergabung dengan Pawarta Lamat.

Bukan hal yang mustahil jika di Bartim di gelar wayang orang akan di banjiri penonton, mengingat banyaknya warga Bartim yang berasal dari Jawa. Walaupun berasal dari Jawa kami sangat berharap dapat diterima sebagai warga yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk secara bersama-sama memajukan pembangunan di Barito Timur khususnya Indonesia pada umumnya, tetap dalam kerangka NKRI. Asal adalah kebetulan tetapi NKRI adalah harga pasti, di manapun bumi di pijak di situ langit dijunjung.

Pertunjukan wayang bukan hal yang eksklusiv, tetapi hanya sarana hiburan dan “NGURI-URI” kebudayaan, sekaligus menjaga kepunahan budaya. Terima kasih kepada Bapak Bupati Barito Timur, yang telah banyak membantu warga trans dan mendukung acara deklarari .

Kepada Bapak Gubernur, melalui Bapak Wagub Kalimantan tengah, Kami sangat berterima kasih seandainya di “TANGGAPKAN” wayang di kota Ampah

GANYANG MALAYSIA

Posted On 5 Desember 2007

Disimpan dalam urun rembug

Comments Dropped 2 responses

Fenomena ini muncul kembali ke permukaan akibat malaysia mengklaim reog ponorogo, musik angklung, masakan rendang padang, lagu rasa sanyange sebagai milik dan berasal dari malaisya, lalu kita marah lalu Ganyang Malaysia muncul kembali, rasa nasionalisme kita seakan terusik lantas bangkit. Sampe sebagian dari kita menyebut tetangga kita dengan sebutan MALINGSIA

Bukan penyelesaian, apalagi menjadikan budaya kita makin bermartabat di mata bangsanya sendiri.

Permasalahan yang terjadi pada bangsa Indonesia adalah  menurunnya rasa kebangsaan, rasa nasionalisme, rasa saling percaya terhadap sesama. Permasalahan ini timbul dari minimnya keteladanan. Orang-orang yang seharusnya memberi teladan malah melakukan kesalahan, melanggar hukum, bertindak asusila, menindas, membodohi rakyat, memutar balikkan hukum.

Misalnya :

Aparat keamanan mem”backing” kajahatan, Anggota DPR membuat video mesum, Koruptor merajalela, publik figur nyabu, guru tidak disiplin memanfaatkan waktu, tidak disiplin berlalu lintas, tidak disiplin membayar pajak,dan lain-lain.

Pawartalamat berusaha membangun nasionalisme melalui budaya, dan mencoba membangun keteladanan. Deklarasi berdirinya Pawartalamat merupakan teladan betapa persatuan, kekompakan adalah sebuah tontonan keindahan dan penuh harmoni.

Mari kita bangun rasa saling percaya kepada sesama dan saling memberi contoh dalam hal kebaikan serta saling mengingatkan jika ada hal-hal yang batil

deklarasi

Posted On 2 Agustus 2007

Disimpan dalam kegiatan

Comments Dropped 3 responses

Pawarta Lamat akan mengadakan deklarasi berdirinya sebuah perkumpulan warga transmigran yg rencananya akan diadakan pada tanggal; 27 Oktober 2007 di ibukota kabupaten Barito Timur, Tamiang Layang

Pada deklarasi ini nanti akan digelar berbagai kesenian daerah yg kami kembangkan, diantaranya seni kuda lumping/kuda kepang dan pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk

Halaman Berikutnya »